ILOVECILEGON - Lingkungan yang dekat dengan pusat keramaian kerap dikaitkan dengan hal negatif. Sebut saja terminal, pelabuhan, pasar, stasiun, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya.
Hal ini lah yang memprakarsai Ajat, pria yang bermukim di belakang Mall Cilegon, untuk membangun sebuah tempat pendidikan nonformal yang berusaha menyingkirkan stigma tersebut.
Hal ini juga bertujuan memberi trauma healing kepada anak-anak yang sering menyaksikan kecelakaan karena lingkungan yang berdekatan dengan rel kereta api.
Keinginan tersebut disambut positif. Baik orang tua, masyarakat, serta rekan-rekannya turut merestui pembangunan taman bacaan masyarakat tersebut. Pada November 2015, ruangan 2,5 x 5 meter tersebut berdiri dan diresmikan dengan nama Rumah Baca 0254 (RB0254) yang diambil dari kode area Cilegon-Serang. Sekitar dua puluh hingga lima puluh anak dari dua lingkungan, datang memenuhi ruang sempit tersebut.
Tidak disangka, Ajat dan rekannya berhasil membuat sebuah ruang edukasi dengan modal tekad dan keyakinan. Materi datang dengan sendirinya. Seperti di awal pembangunan, ketika sedang pusing memikirkan biaya untuk menutup alas yang masih tanah, tiba-tiba datang bantuan semen dan pasir serta cat dari salah satu amil zakat di Kota Cilegon. Lalu, ketika butuh banyak bahan bacaan, lamat-lamat, bantuan buku dan alat tulis datang dengan sendirinya.
Kini, Ajat menyadari, ruangan yang mereka gunakan untuk belajar kurang luas untuk menampung seluruh anak, apalagi ketika ada kegiatan yang memerlukan ruang gerak semisal membuat kerajinan tangan atau pun untuk bermain teater dan menari.
Ia memiliki motivasi yang kuat untuk memindahkan RB0254 ke tempat yang lebih layak. Maka ia memberanikan diri meminta kepada orangtuanya agar menjadikan lahan gudang kontrakan milik keluarganya diubah menjadi TBM. Meski sempat berjalan alot, akhirnya luluh juga orang tuanya untuk merelakan asetnya digunakan untuk pendidikan.
Lahan sudah tersedia, namun bagaimana ia membangun sebuah bangunan tanpa biaya? Tuhan maha mendengar. Taklama setelahnya, datang kabar dari donatur dari luar banten, tepatnya dari Semarang yang ingin memberikan donasi.
Maka dimulailah pembangunan dengan donasi tersebut.
Ajat menyadari, uang donasi tersebut tidaklah cukup untuk mendanai seluruh pembangunan. Namun ia meyakini, Tuhan pasti menjawab kesungguhannya untuk membangun pendidikan yang baik di lingkungannya.
Ajat menyadari, uang donasi tersebut tidaklah cukup untuk mendanai seluruh pembangunan. Namun ia meyakini, Tuhan pasti menjawab kesungguhannya untuk membangun pendidikan yang baik di lingkungannya.
Kini giliran Anda untuk menjadi bagian dari sejarah berdirinya RB0254. Mari sisihkan sebagian rezeki anda untuk pendidikan anak-anak belakang mall ini. | Fajar Timur
