PETAK UMPET TAK DITEMUKAN LAGI

FOLKCLGN - Siapa yang tidak tahu permainan-permainan modern saat ini: PES, Roblox, Block Blash, Mobile Legend. Siapa juga yang tidak tahu alat-alat elektronik canggih saat ini seperti Gadget, Play Station, Handphone, Ipad, dll. Alat-alat canggih tersebut sudah merajalela di Indonesia, bahkan hingga seluruh dunia. 

Mirisnya anak-anak usia 1-6 tahun pun sudah dijejali barang-barang seperti itu oleh orang tuanya di rumah, sehingga bukan hal yang sulit untuk menemukan keganjenan anak-anak SD bahkan TK saat memainkan barang-barang yang konon menjadi salah satu indikator tingginya tingkat peradaban manusia abad ini.

Salah satu permainan favorit anak-anak pada malam hari adalah Petak umpet, ketika bicara petak umpet membuat saya memutar ulang masa-masa dulu ketika usia 4 tahun, begitu riang gembira, meski badan berkeringat, dan kaki terasa pegal. Lantaran selain dapat berkumpul dengan teman-teman, juga dapat dijadikan media untuk melatih kecepatan, ketangkasan, serta kecerdasan, cerdas di sini, selain cerdas otak juga kecerdasan batiniah seorang anak.  

Petak umpet atau dalam bahasa Inggris Hide and Seek adalah salah satu permainan tradisional anak-anak yang sudah sangat terkenal, tidak hanya di Indonesia. Untuk memainkan permainan ini, kita membutuhkan banyak orang minimal 4 atau 5 orang, untuk jumlah maksimalnya tidak ada ketentuan, sebab bisa saja puluhan anak ikut dalam permainan.

Petak Umpet sangat populer dibanding permainan tradisional yang lain, karena permainan ini sangat mengasikkan. Selain itu, tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan alat-alat atau apapun untuk memainkan petak umpet.

Pertama kita harus menentukan seseorang yang kalah dan bertugas untuk mencari pemain lain yang mengumpet, biasanya pemilihan yang kalah dilakukan dengan “Hompimpa”, jika tersisa dua orang maka jalan selanjutnya untuk menentukan satu orang yang harus berjaga dengan “Gamsut”. Setelah terpilih seseorang yang berjaga (yang berjaga ini kemudian tugasnya jadi pencari, yakni mencari yang para pemain lain yang bersembunyi), maka selanjutnya menentukan tempat yang digunakan sebagai "benteng". Benteng ini bisa berupa tembok atau pohon, atau apa saja yang mungkin dapat difungsikan sebagai benteng. Setelah itu, yang kalah harus menghitung sampai angka yang ditentukan sambil menutup matanya menghadap benteng. Saat yang kalah menghitung, pemain lain harus cepat-cepat bersembunyi di tempat yang aman dan tidak mudah dilihat.

Setelah hitungan selesai, penjaga benteng harus mencari semua pemain yang bersembunyi sampai ditemukan. Bila telah menemukan seseorang yang bersembunyi, yang kalah harus cepat-cepat berlari dan menepuk “benteng” sambil menyebut nama pemain yang telah ketauan dan jangan sampai pemain yang bersembunyi menepuk “benteng” itu lebih dulu. Menyebut nama ini sangat penting karena jika lupa menyebut nama pemain saat menepuk “benteng” disebut “kebakaran” atau dengan kata lainnya, maka pemain yang kalah harus mengulang menghitung dan membiarkan pemain lain bersembunyi lagi.

Setelah semuanya ditemukan, maka yang kalah kembali menutup mata menghadap “benteng” dan pemain lain berdiri berbaris dibelakang pemain yang menutup mata. Sang pencari atau yang kalah bertugas untuk menyebut salah satu nomor secara acak. Pemain yang berada di urutan nomor tersebut adalah pemain yang harus menjadi pencari. Namun jika pemain yang berada diurutan nomer itu merupakan pemain yang lebih dulu menepuk benteng saat ketahuan tempat persembunyiannya, maka si pencari tetap dalam posisi kalah dan permainan pun dilanjutkan kembali.

Manfaat yang kita dapat dari permainan peta umpet ini adalah kecerdasan nalar dan kemampuan menghitung dengan tepat. Tentu saja manfaat badannya berupa olah raga, saat proses pencarian apa lagi jika sudah menemukan tempat persembunyian pemain lain, maka pencari dan pemain itu harus berlomba untuk sampai ke benteng. Untuk mencapai benteng, kedua pemain ini akan berlari dan berlari inilah yang membuat anak berolah raga. Mengasah ketelitian dan kepekaan merupakan manfaat lain yang didapatkan melalui Petak Umpet juga melatih kesabaran. Satu lagi, melatih ingatan, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa jika telah menemukan pemain yang bersembunyi, pencari tidak boleh lupa untuk menyebut nama pemain itu sebelum menepuk benteng agar tidak kembali menjadi pemain yang kalah. Oleh karena itu, sang pencari harus bisa mengingat nama dan mengingat untuk menyebutkan nama agar tidak kalah lagi.

Sangat disayangkan permainan-permainan tradisional anak seperti Petak Umpet ini sudah sangat jarang dimainkan dan sudah mulai tergerus dengan permainan-permainan modern yang membuat anak malas. Sudah seharusnya permainan tradisional ini ditingkatkan dan dilestarikan karena permainan tradisional sangat bermanfaat untuk jiwa dan badan.  | Adi Sudrajat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama