FOLKCLGN - Dampu berasal dari kata Melayu, yang berarti panggilan kehormatan pada
seseorang, Istilah dampu dipopulerkan oleh
primbon Cina peranakan bernama Dampoo Awang
yang berisi tanya jawab masalah peruntungan. Tetapi, besar kemungkinan kata
dampu berasal dari di + ampu, diampu dampu, ampu dapat berarti angkat. Dalam bermain dampu para pemain mengangkat
sebelah kakinya meloncat dari satu blok ke blok lain.
Menurut buku Games of The World, Frederic V.
Grunfeld, New York, tahun 1975, permainan yang dinamakan dampu disebut
hopscotch. Meski nama permainan ini berbau Scotlandia, tetapi permainan ini
tidak berasal dari sana. Kapan permainan ini dimulai tidak ditemukan catatan
sejarah yang jelas.
Permainan ini dikenal baik di Inggris, Rusia, India, maupun Cina. Masuk
ke Jakarta (Indonesia) dibawa bangsa Barat, pada abad ke-18. Latar belakang
filosofi permainan ini sangat dekat dengan kepercayaan agama, Block-block hopscotch terdiri atas bumi, neraka,
surga, dan pos-pos. Surga merupakan blok puncak, di dalam permainan dampu
disebut gunung.
Permainan dampu biasa dimainkan anak-anak pada sore atau malam hari ketika terang bulan, tetapi akhir-akhir ini permainan tradisional dampu jarang sekali dimainkan. Semua ini disebabkan karna marak permainan hadir dengan menggunakan teknologi modern yang membuat anak-anak kini kurang mngenal permainan
tradisional.
Sebenarnya permainan
dampu ini bisa dijadikan ajang untuk
pembelajaran anak, diantaranya melatih keseimbangan tubuh, melatih kemampuan reka visual, meningkatkan kemampuan motor
planing atau perencanaan gerak dan meningkatkan kemampuan diferensi tekstur
berdasarkan indra perabaan.
Permainan ini paling sedikit dilakukan oleh dua orang, baik
perempuan maupun laki-laki. Bermain dampu tidak
membutuhkan peralatan yang harus dibeli, cukup dimainkan di tanah lapang di
sebidang tanah yang dibatasi dengan 2
(dua) buah garis, Garis START dan Garis HANTAM, Jaraknya 3-5 meter. Adapun
alat yang diperlukan yaitu benda pipih seperti batu bata atau pecahan genting. Para pemain memulai
permainan dengan berdiri di garis start menghadap garis hantam. Secara
bersamaan mereka melemparkan batu bata yang dipegangnya. Batu bata itu tidak boleh melewati atau
mengenai garis hantam, Pemain yang posisi
jatuhnya batu paling jauh dari garis hantam adalah pemain yang pertama.
Untuk
memulai, permainan ini harus ada yang berjalan engklek melewati
batu yang berada di garis hantam lalu kembali ke garis Start sambil mengambil
batu miliknya. Kalau
berhasil, ia boleh melanjutkan ke babak berikutnya, yaitu menjatuhkan batu yang
berdiri di garis hatam dengan lemparan batu, batu dilempar dari garis
Start dengan menggunakan permukaan telapak kaki,
Babak
berikutnya adalah melemparkan batu dari garis star, tanpa melewati garis hantam, lalu dengan posisi
berjongkok, pemain mengambil batu tersebut dan melemparkannya ke batu hantam. Waktu
melempar, posisi tangan berada di sela-sela lipatan lutut, kalau berhasil
menyelesaikan semua babak, pemain mendapat nilai 1, kalau tidak berhasil,
pemain berikutnya mendapat giliran jalan. Pemenangnya adalah pemain yang mendapat nilai
terbanyak.
Wilayah Banten sendiri perkembangan permainan dampu
cukup baik karna Permainan dampu masih dapat kita temukan di berbagai daerah, seperti : Serang, Lopang, kepandean, Priyayi, Kasemen dan
Kasunyatan.
Asep Mulya Hidayat Kabid Hortikultura Prov.Banten mengungkapkan bahwa ia sangat merindukan
permainan-permainan tradisional masa kecilnya, yang sangat jarang ditemui lagi
saat ini. “Dulu waktu saya kecil, Dampu adalah permainan yang sering saya
mainkan dengan teman-teman sebaya saya, dilapangan terbuka” Katanya.
Namun Sekarang jarang sekali di temui anak-anak yang bermain Dampu" Tambahnya.
Namun Sekarang jarang sekali di temui anak-anak yang bermain Dampu" Tambahnya.
Tags:
Seni Budaya
