FOLK CLGN - Perjuangan Aprilian Cena untuk meraih beasiswa studi master di luar negeri akhirnya membuahkan hasil setelah melalui proses panjang selama lima tahun. Pemuda asal Cilegon ini sempat mengalami banyak penolakan sejak 2018 hingga 2023, sebelum akhirnya diterima di tiga negara sekaligus pada 2024.
Tiga tawaran beasiswa yang datang berasal dari Korea Selatan, Cina, dan Rusia. Setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, Cena memutuskan mengambil beasiswa studi master Hubungan Internasional di Jilin University, Cina. Alasan utamanya adalah kemudahan membawa keluarga, tersedianya kelas internasional, serta masa studi yang lebih singkat.
“Keputusan ini bukan soal negara mana yang paling populer, tapi mana yang paling mendukung saya untuk belajar sambil tetap bisa bersama keluarga,” ujar Cena.
Sebelum berkuliah di Cina, Cena sudah memiliki rekam jejak internasional yang cukup panjang. Ia pernah mengunjungi Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Turki, dan Uni Emirat Arab melalui berbagai program fully-funded, mulai dari kesempatan kerja, pertukaran pelajar, hingga hadiah kompetisi menulis. Komitmennya jelas: mengelilingi dunia untuk mempelajari perbedaan budaya dan sistem politik antarnegara.
Di bidang organisasi, Cena aktif sebagai pendiri dan CEO dua NGO yang fokus pada isu global, yakni International Politics Forum dan Institute for Diplomacy, Economic, Peace, and Thought (INDEPTH). Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Pemuda Magang Luar Negeri di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Konsistensi Cena di dunia akademis dimulai sejak 2011 saat ia menempuh studi Hubungan Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selama perjalanan akademiknya, ia telah menghasilkan tiga buku, yaitu “Temukan Dirimu di Sisi Lain Dunia”, “Turki dan Indonesia: Satu Islam, Dua Wajah”, serta “Indonesia dalam Pusaran Amerika dan Cina”.
Bagi Cena, setiap penolakan di masa lalu justru memperkuat tekadnya untuk terus belajar dan memperluas wawasan. Ia berharap dapat terus mengikuti program seleksi ke luar negeri agar bisa menginjakkan kaki di negara-negara yang belum pernah ia kunjungi.
“Doanya sederhana, semoga diberi kesempatan untuk terus belajar dan berbagi pengalaman dengan dunia,” katanya menutup kisah.


