![]() |
FOLK CLGN - Tahun 2017 akan datang beberapa jam lagi, kamu sudah bikin rencana malem tahun baruan belum? Atau sudah menyiapakan resolusi untuk tahun 2017 nanti? Boleh tuh kamu sempatkan maen–maen ke Cile. Eh bukan Cile yang di benua Amerika kok. Ini Cile yang kota Baja itu, alias Cilegon. Ya biar agak keren, boleh dong dinamai Cile. Lebih simpel juga kan.
Kamu pasti udah tau dong kalo di Cilegon ada bangunan tinggi megah di tengah kota? Yap, Landmark Cilegon. Nah sekarang, di sekitar Landmark, udah dibangun juga taman cilegon namanya Taman Anak dan Taman Boulevard. Letaknya tepat di sekitar Kantor DPRD Kota Cilegon dan Kantor Polres Cilegon.
Letaknya yang tepat di tengah kota menjadikan taman ini takakan luput dari pusat perhatian masyarakat. Selain areanya yang luas, taman baru Cilegon ini dilengkapi tempat duduk yang aduhai nyaman.
Jadi, kalau kamu berencana menghabiskan waktu bersama gebetan kamu, taman ini bakalan cocok banget. Atau jika kamu pengen nongkrong bareng sama komunitas kalian juga pas.
Kalau dari pengalaman, biasanya perayaan tahun baru kan rame banget tuh, nah, di taman baru Cilegon ini kamu enggak perlu takut kehabisan tempat. Karena eh karena di sekitaran jalan raya juga udah dibuat area pejalan kaki (pedestrian) yang luas. Pembangunannya juga hampir serentak dengan pembangunan taman tersebut. Jadi, jangan bayangin kayak trotoar yang lalu–lalu deh, jauh banget. Yang ini masih kinclong.
Udah ada landmark, ada Taman yang Indah menawan, ada area pedestrian, duhai warga Cilegon, nikmat mana lagi yang hendak kamu dustakan menjelang tahun baru ini?
Cilegon Bersolek
Tidak salah jika pemerintah seolah menyiapkan taman dalam jangka waktu yang relatif cepat. Pembangunan trotoar area pedestrian juga terbilang kilat untuk ukuran proyek yang membutuhkan tata ruang yang tidak sedikit. Kalau diibaratkan, ini semacam trik sulap. Semacam: bim salabim, pusat kota yang riuh itu menjadi taman. Pemilihan letak taman di area sekitar Landmark dan sekaligus di lingkungan pemerintahan juga bukan langkah yang sembarang. Kita perlu acungi jempol kepada pemerintah. Jika dilihat, area inilah yang hampir pasti akan dilihat orang dari luar Cilegon. Kesan pertama menjadi kunci penilaian seseorang terhadap Kota Cilegon.
Saat bertemu seseorang, hal pertama yang kita lihat tentu saja, wajah, ibarat seorang pria yang akan lebih cenderung tertarik pada wanita yang wajahnya segar, manis, dan enak dipandang. Maka tidak heran jika banyak wanita mulai belajar bersolek atau merias wajah bahkan sejak usia sangat belia. Dan era modern seperti mengamini hal ini, dengan menghadirkan pula kamera dengan software editing foto yang luar biasa, sebut saja misalnya Camera 360.
Cilegon juga tidak jauh berbeda dengan fenomena ini. Bayangkan, Cilegon sebagai wanita remaja berusia tujuh belas tahun, maka ia adalah remaja dengan sifat yang sedang giat dan genit–genitnya bersolek memperhias wajah untuk tampil ayu, dewasa, dan sebisa mungkin memikat hati bagi siapapun yang melihatnya. Di Simpang Cilegon itulah riasan Cilegon bisa kita lihat bentuknya.
Secara tidak langsung kita akan diarahkan kepada persepsi bahwa Taman Cilegon yang asri nan indah inilah wujud Cilegon secara keseluruhan. Atau minimal kita akan diarahkan pada persepsi bahwa seperti inilah pemerintah mengharapkan Kota Cilegon nantinya. Akan dibuat indah sebagaimana Taman Cilegon yang baru itu. Selain indah juga gagah dan megah layaknya Landmark Cilegon yang berdiri tegak di tengah kota.
Inner Beauty
Pembangunan taman baru Cilegon ini memang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ciilegon yakni dalam misi pembangunan menengah lima tahunan dengan memantapkan lingkungan kota yang asri dan lestari dengan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, pengendalian ruang, serta penataan kota. Hal ini diwujudkan antara lain dengan membangun ruang terbuka hijau di Cibeber, Latar Masjid Agung, dan Ciwandan (setelah Taman Jombang dan Cilegon).
Konsep yang disasar memang paduan antara area ramah lingkungan, lingkungan ramah anak, dan layanan edukatif. Kelak, pembangunan ruang terbuka hijau ini akan diintegrasikan dengan penerapan Smart City di Kota Cilegon. Dengan pembangunan semacam ini, riasan wajah Kota Cilegon akan semakin mantap. Namun, sayang sekali jika pembangunan Cilegon hanya disasarkan pada riasan luar saja. Apalagi jika riasan tersebut baru dilakukan menjelang akhir waktu pemerintahan atau akhir tahun seperti sekarang ini, dilakukan terburu-buru akan cenderung terlihat cemong dan tidak rata.
Secara umum, kita tahu bahwa konsep cantik dan indah tidak selalu identik dengan hanya riasan wajah saja, tapi juga keseluruhan sikap dan tampilan. Maka selain riasan wajah, perlu juga memilih baju yang pas dan memperbaiki sikap. Tentu saja yang lebih utama adalah memperluas pengetahuan dan memperkaya kapasitas otak.
Dari sebelah program RPJMD Kota Cilegon yang diejawantah melalui lima misi pembangunan, hanya ada satu program pembangunan SDM, yakni pembangunan Sekolah Mantap. Itu pun baru di tingkat SD dan SMP. Sedangka, mental terbangun pada anak adalah cenderung pada masa SMA atau Remaja. Ditambah lagi, program ini juga baru berjalan pada 2017. Padahal kita tahu bahwa pembangunan mental dan kecerdasan masyarakat lebih membutuhkan waktu yang panjang.
Karena se-smart apapun sebuah kota, jika tidak ditopang dengan sumber daya manusia yang smart pula, akan menjadi onggokan saja. Sama saja jika kita memegang smartphone canggih jika hanya digunakan sms dan telpon saja.
Kita sering menyebut riasan sebagai outer beauty, sedangkan untuk yang jenis riasan diri secara kualitas kita sering sebut sebagai inner beauty. Di mana letak inner beauty sebuah Kota? Tidak lain dan tidak bukan adalah pada kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Merias dan meningkatkan kualitas hidup dan kecerdasan masyarakat yang tinggal dalam suatu daerah adalah lebih utama daripada merias tampilan luar kota tersebut, apalah lagi jika melupakan pembangunan mental masyarakat dan lebih mengutamakan pembangunan fisik sebuah daerah, itu adalah kesalahan fatal.
Di era persaingan yang semakin ramai ini, dibutuhkan akselerasi yang bukan main–main. Riasan luar sebagaimana yang kita tahu, akan luntur dalam beberapa waktu saja. Namun inner beauty sejatinya akan bertahan lebih lama dan mengakar.
Begitu pula Cilegon. Jangan sampai Landmark dan Taman Kota hanya berfungsi sebagai latar selfie, seperti smartphone tercanggih milik kita. Begitupun riasan luar (outer beauty) tak akan banyak berguna jika tidak ditopang dengan kecantikan dalam diri (inner beauty). Kamu enggak mau kan punya pacar yang misalnya (maaf) cantik tapi diajak ngobrol enggak nyambung? | Imam B. Carito
Letaknya yang tepat di tengah kota menjadikan taman ini takakan luput dari pusat perhatian masyarakat. Selain areanya yang luas, taman baru Cilegon ini dilengkapi tempat duduk yang aduhai nyaman.
Jadi, kalau kamu berencana menghabiskan waktu bersama gebetan kamu, taman ini bakalan cocok banget. Atau jika kamu pengen nongkrong bareng sama komunitas kalian juga pas.
Kalau dari pengalaman, biasanya perayaan tahun baru kan rame banget tuh, nah, di taman baru Cilegon ini kamu enggak perlu takut kehabisan tempat. Karena eh karena di sekitaran jalan raya juga udah dibuat area pejalan kaki (pedestrian) yang luas. Pembangunannya juga hampir serentak dengan pembangunan taman tersebut. Jadi, jangan bayangin kayak trotoar yang lalu–lalu deh, jauh banget. Yang ini masih kinclong.
Udah ada landmark, ada Taman yang Indah menawan, ada area pedestrian, duhai warga Cilegon, nikmat mana lagi yang hendak kamu dustakan menjelang tahun baru ini?
Cilegon Bersolek
Tidak salah jika pemerintah seolah menyiapkan taman dalam jangka waktu yang relatif cepat. Pembangunan trotoar area pedestrian juga terbilang kilat untuk ukuran proyek yang membutuhkan tata ruang yang tidak sedikit. Kalau diibaratkan, ini semacam trik sulap. Semacam: bim salabim, pusat kota yang riuh itu menjadi taman. Pemilihan letak taman di area sekitar Landmark dan sekaligus di lingkungan pemerintahan juga bukan langkah yang sembarang. Kita perlu acungi jempol kepada pemerintah. Jika dilihat, area inilah yang hampir pasti akan dilihat orang dari luar Cilegon. Kesan pertama menjadi kunci penilaian seseorang terhadap Kota Cilegon.
Saat bertemu seseorang, hal pertama yang kita lihat tentu saja, wajah, ibarat seorang pria yang akan lebih cenderung tertarik pada wanita yang wajahnya segar, manis, dan enak dipandang. Maka tidak heran jika banyak wanita mulai belajar bersolek atau merias wajah bahkan sejak usia sangat belia. Dan era modern seperti mengamini hal ini, dengan menghadirkan pula kamera dengan software editing foto yang luar biasa, sebut saja misalnya Camera 360.
Cilegon juga tidak jauh berbeda dengan fenomena ini. Bayangkan, Cilegon sebagai wanita remaja berusia tujuh belas tahun, maka ia adalah remaja dengan sifat yang sedang giat dan genit–genitnya bersolek memperhias wajah untuk tampil ayu, dewasa, dan sebisa mungkin memikat hati bagi siapapun yang melihatnya. Di Simpang Cilegon itulah riasan Cilegon bisa kita lihat bentuknya.
Secara tidak langsung kita akan diarahkan kepada persepsi bahwa Taman Cilegon yang asri nan indah inilah wujud Cilegon secara keseluruhan. Atau minimal kita akan diarahkan pada persepsi bahwa seperti inilah pemerintah mengharapkan Kota Cilegon nantinya. Akan dibuat indah sebagaimana Taman Cilegon yang baru itu. Selain indah juga gagah dan megah layaknya Landmark Cilegon yang berdiri tegak di tengah kota.
Inner Beauty
Pembangunan taman baru Cilegon ini memang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ciilegon yakni dalam misi pembangunan menengah lima tahunan dengan memantapkan lingkungan kota yang asri dan lestari dengan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, pengendalian ruang, serta penataan kota. Hal ini diwujudkan antara lain dengan membangun ruang terbuka hijau di Cibeber, Latar Masjid Agung, dan Ciwandan (setelah Taman Jombang dan Cilegon).
Konsep yang disasar memang paduan antara area ramah lingkungan, lingkungan ramah anak, dan layanan edukatif. Kelak, pembangunan ruang terbuka hijau ini akan diintegrasikan dengan penerapan Smart City di Kota Cilegon. Dengan pembangunan semacam ini, riasan wajah Kota Cilegon akan semakin mantap. Namun, sayang sekali jika pembangunan Cilegon hanya disasarkan pada riasan luar saja. Apalagi jika riasan tersebut baru dilakukan menjelang akhir waktu pemerintahan atau akhir tahun seperti sekarang ini, dilakukan terburu-buru akan cenderung terlihat cemong dan tidak rata.
Secara umum, kita tahu bahwa konsep cantik dan indah tidak selalu identik dengan hanya riasan wajah saja, tapi juga keseluruhan sikap dan tampilan. Maka selain riasan wajah, perlu juga memilih baju yang pas dan memperbaiki sikap. Tentu saja yang lebih utama adalah memperluas pengetahuan dan memperkaya kapasitas otak.
Dari sebelah program RPJMD Kota Cilegon yang diejawantah melalui lima misi pembangunan, hanya ada satu program pembangunan SDM, yakni pembangunan Sekolah Mantap. Itu pun baru di tingkat SD dan SMP. Sedangka, mental terbangun pada anak adalah cenderung pada masa SMA atau Remaja. Ditambah lagi, program ini juga baru berjalan pada 2017. Padahal kita tahu bahwa pembangunan mental dan kecerdasan masyarakat lebih membutuhkan waktu yang panjang.
Karena se-smart apapun sebuah kota, jika tidak ditopang dengan sumber daya manusia yang smart pula, akan menjadi onggokan saja. Sama saja jika kita memegang smartphone canggih jika hanya digunakan sms dan telpon saja.
Kita sering menyebut riasan sebagai outer beauty, sedangkan untuk yang jenis riasan diri secara kualitas kita sering sebut sebagai inner beauty. Di mana letak inner beauty sebuah Kota? Tidak lain dan tidak bukan adalah pada kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Merias dan meningkatkan kualitas hidup dan kecerdasan masyarakat yang tinggal dalam suatu daerah adalah lebih utama daripada merias tampilan luar kota tersebut, apalah lagi jika melupakan pembangunan mental masyarakat dan lebih mengutamakan pembangunan fisik sebuah daerah, itu adalah kesalahan fatal.
Di era persaingan yang semakin ramai ini, dibutuhkan akselerasi yang bukan main–main. Riasan luar sebagaimana yang kita tahu, akan luntur dalam beberapa waktu saja. Namun inner beauty sejatinya akan bertahan lebih lama dan mengakar.
Begitu pula Cilegon. Jangan sampai Landmark dan Taman Kota hanya berfungsi sebagai latar selfie, seperti smartphone tercanggih milik kita. Begitupun riasan luar (outer beauty) tak akan banyak berguna jika tidak ditopang dengan kecantikan dalam diri (inner beauty). Kamu enggak mau kan punya pacar yang misalnya (maaf) cantik tapi diajak ngobrol enggak nyambung? | Imam B. Carito
Foto: @ayujoyusta
